PERBEDAAN METODE UTANG PAJAK DAN METODE PAJAK TANGGUHAN (DEFERRED TAX LIABILITIES)

Diketahui pada tahun 2001:

  • Laba sebelum pajak menurut akuntansi Rp 400 juta, tarif PPh 30%;
  • Tidak ada perbedaan tetap;
  • Perbedaan temporer hanya disebabkan oleh penyusutan aktiva tetap, dengan rincian sebagai berikut :

1.penyusutan fiskal

Hitung :

  • Penghasilan kena pajak (menurut SPT) tahun 2001;
  • Beban PPh (menurut SPT) tahun 2001 dengan metode utang pajak dan metode pajak tangguhan;
  • Penghasilan bersih (menurut akuntansi) tahun 2001 dengan metode utang pajak dan metode pajak tangguhan.

2.penghasilan kena pajak

Metode utang pajak dan metode pajak tangguhan akan menghasilkan beban PPh yang sama karena perhitungan beban PPh tidak dipengaruhi oleh perbedaan metode akuntansi. Perhitungan beban PPh hanya mengikuti ketentuan perpajakan.

3. penghasilan bersih

Beban pajak kini sama dengan jumlah PPh terutang atas Penghasilan Kena Pajak, seperti yang dilaporkan dalm SPT. Beban pajak tangguhan adalah beban yang timbul akibat  kenaikan kewajiban pajak tangguhan.

Jika laba sebelum pajak tiap tahun Rp 400 juta dan perbedaan temporer karena penyusutan aktiva tetap terjadi selama 4 tahun, maka :

4.tahun penyusutan

Jika menggunakan metode pajak tangguhan, penghasilan bersih tiap tahun menjadi sama jumlahnya, karena pengaruh perbedaan temporer dibagi dalam empat tahun, sesuai dengan lamanya perbedaan temporer tersebut berpengaruh.

 

 

Copyright © Mitra Konsultindo-Konsultan Pajak ®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>